Teknik Memanen Secara Organis

by

in

Budidaya sayuran secara organis bertujuan untuk menghasilkan sayuran yang sehat untuk para konsumen. Tahapan-tahapan secara sistematis dilalui dalam menghasilkan sayuran ini. Mulai dari penyiapan bibit siap tanam, penyiapan lahan, penanaman , perawatan dan panen.

Tahapan terakhir dari budidaya adalah kegiatan panen, dalam kegiatan ini yang harus di perhatikan paling awal adalah usia tanaman. Lalu bagaimana untuk bisa mengetahui usia tanam suatu sayuran. Hal yang paling sederhana adalah dengan mengecek catatan tanam. Nah pencatatan ini penting sekali, sebagai administrasi dasar dimana kita bisa mengetahui, kapan tanaman tersebut di tanam di lahan karena kita berbicara budidaya pertanian organis. Untuk pertanian konvensional biasanya berpatok pada kalender tanam, karena biasanya mereka menanam satu hamparan dengan hanya 1 tanaman saja, misalnya pakchoy. Sedangkan pada pertanian organis, penanaman dalam satu bedengan itu bisa berbagai macam sayuran (polikultur). Beberapa orang menganggapi hal ini sepertinya menyulitkan sekali dan tidak praktis, tetapi untuk petani organis tentu pandangannya lain.

Tanaman yang beranekaragam ini menjadi berkah, karena panennya dilakukan secara rutin dan bisa sepanjang minggu jika siklus penanaman sudah stabil terutama di bulan ke 4 sejak pertama menanam. Kegiatan panen ini bisa dilakukan setiap minggu. Tahapan pertama dengan melihat catatan tanam, karena kategori tanaman siap panen kami golongkan kepada tanaman pendek (usia 4-6 minggu di lahan dari bibit siap tanam) dan ada tanaman semusim yang berusia 3-4 bulan (khususnya produk sayuran. 

Dalam memanen organis yang juga harus diperhatikan adalah waktu panen, panen yang baik dilakukan pagi hari. Untuk menghindari kerusakan yang disebabkan oleh terik matahari sehingga sayuran mengalami pengurangan bobot sayuran karena masih terjadi penguapan (transpirasi pascapanen). Dampak penguapan ini selain mengurangi bobot, menyebabkan sayuran layu, tidak segar dan masa simpan menjadi lebih pendek (khususnya sayuran daun). 

Selain itu kita harus melihat kondisi cuaca, nah jika musim hujan, panen tetap bisa dilakukan. Tentunya kegiatan menjadi lebih lama, kemudian sayuran yang sudah di panen dibilas dengan air bersih (sehingga bersih dari bekas  cipratan tanah yang menempel ke daun). Kemudian sayuran harus dilakukan penirisan dengan menggunakan rak-rak yang bertujuan untuk mengurangi air dan terangin-angin kan atau dengan menggunakan kipas angin. Dan perhatikan juga tidak boleh sampai kelupaan mematikan kipasnya, karena keasikan meniriskan bisa juga membuat sayuran menjadi tidak segar.

Dalam cara memanen pun di lahan harus diperhatikan, tanaman di panen dengan cara dipetik (cabe, tomat, kacang kapri, buncis dll), cara dipotong akar (caysim, pakchoy, kailan dll),  cara dicabut (wortel, bit, lobak dll). Hal yang paling menjadi pedoman semua dilakukan dengan penuh perhatian dan keharmonisan dengan sayuran. Tentunya petani organis sudah terbiasa dengan hal itu semua. Karena Petani Organis kami memiliki motto : “The Organic Way All in Harmony”. (ap)

Bagikan

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *