Rombongan anak SD Taruna Bangsa Sentul-Bogor dilaksanakan pada 13 April 2026, diikuti oleh 49 Siswa dan 6 Guru Pendamping. Anak kelas 4 ini sedang mempelajari mengenai tanaman yang ditanam di dataran tinggi. Ini merupakan kunjungan pertama ke kebun organik.
Rombongan diberikan pembekalan dahulu mengenai pertanian organik, dan diberikan contoh-contoh sayuran yang bisa ditanam. Pertama-tama, siswa harus mengerti apa yang dimaksud benih atau bibit. Jika tanaman di produksi dari biji, maka biji yang dimaksud adalah benih, dan biasanya benih di toko pertanian akan dilapisi oleh lapisan fungisida (untuk mencegah terserang jamur). Benih ini di wajibkan untuk di rendam dahulu dengan menggunakan air hangat sekitar 25 derajat Celsius.
Setelah itu air rendaman dibuang ke saluran pembuangan air, jadi air rendaman tidak boleh dibuang ke tanah. Kemudian biji disemai satu per satu di sebuah polibag/soilblock. Kelembaban tanah dijaga selama 2-3 minggu sehingga menjadi bibit siap tanam. Nah, bibit ini adalah merupakan tanaman kecil yang sudah bisa dibedakan, mana akar, batang dan daun.
Sebelum menanam bibit, harus dipersiapkan bedengan/lahan dengan ukuran 10 m2. sehingga kita bisa dengan mudah menghitung berapa gram benih/ bibit yang akan ditanam di bedengan tersebut berdasarkan karakteristik jarak tanam.
Pengolahan tanah dilakukan dengan menggunakan alat sederhana seperti cangkul atau garpu tanah. Tanah yang sudah digemburkan ditambahkan oleh pupuk dasar (kompos), kemudian bibit ditanam satu persatu dilubang tanam secara manual.
Tanaman yang sudah ditanam memerlukan perawatan seperti penyiraman, pemberian tegakan/ajir supaya tanaman tidak roboh. Tanaman yang dirawat dengan baik tentu akan menghasilkan hasil panen bagus.
Pemanenan berdasarkan kesesuaian kualitas dan juga usia siap panen, biasanya tanaman usia pendek seperti tanaman daun (Sawi Hijau, Sawi Sendok, Bayam dan Kangkung) bisa dipanen pada saat tanaman berusia 4 Minggu/1 Bulan, sedangkan untuk tanaman usia panjang dipanen saat usia tanam memasuki bulan 3 atau 4.
Tanaman yang sudah dipanen lalu dikemas berdasarkan ukuran satndar kemasannya. Setelah itu, tanaman kemudian diberikan label pada kemasan dengan label organik. Sertifikat Organik ini harus dilakukan oleh pihak ke tiga. Jadi kita tidak boleh mengklaim sendiri bahwa sayuran kita ini organik.
Anak-anak dibagi menjadi 5 kelompok untuk melakukan observasi sesuai topik/tugas dari Guru. Masing kelompok terdiri atas 9-10 siswa dan 1 guru Pendamping yang ditemani oleh para praktisi/pemandu kami dalam melakukan observasi lapangan.
Setelah melakukan observasi lapangan, para siswa menyantap makan siang organik yang sudah di siapkan di Agatho Farm. Dan beberapa anak-anak membeli oleh-oleh untuk orang tuanya seperti kerupuk singkong (enye) dan juga ubi-ubi yang ada di kebun kami seperti ubi merah,putih dan ungu.
Semoga kegiatan lapangan ini menjadi pengalaman yang berharga bagi siswa-siswa dari SD Taruna bangsa Sentul-Bogor. (ap)

Leave a Reply