Kale merupakan tanaman sayuran daun hijau yang memiliki bentuk daun melingkar spiral sehingga tampak seperti keriting. Kale (Brassica oleracea L) termasuk family kubis-kubisan. Kale mendapat julukan sebagai super food dikarenakan mengandung nutrisi dan berbagai manfaat bagi kesehatan.
Selain kandungan nutrisinya yang melimpah, menurut Spanich Nutrition Foundation (FEN) untuk setiap 100 gr kale yang dikonsumsi terdapat nilai gizi berikut:
- Kalori : 36 kkal
- Protein : 3,3 gr
- Lemak : 0,3 gr
- Kolesterol : 0 gr
- Karbohidrat : 3,4 gr
- Serat : 3,3 gr
- Kalsium : 40 mg
- Besi : 0,8 mg
- Magnesium : 13 mg
- Natrium : 12 mg
- Fosfor : 53 mg
- Vitamin C : 65 mg
Manfaat-manfaat yang akan diperoleh jika mengkonsumsi kale (Setiawan 2021) yaitu:
- Melawan penyakit kanker, kumpulan senyawa bioaktif di dalam tanaman kale ini terbukti dapat meningkatkan proses detoksifikasi tubuh dan melindungi sel dari kerusakan DNA sehingga dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan sel kanker. selain itu kandungan vitamin C yang melimpah dapat mengurangi peradangan, memperkuat sistem imunitas tubuh, dan mencegah bahaya oksidasi dalam tubuh.
- Menyehatkan jantung, kale mengandung zat yang berkhasiat menurunkan kadar kolesterol darah sekaligus mampu membantu mencegah kerusakan pada dinding arteri. Hal tersebut telah dibuktikan oleh riset yang menemukan bahwa konsumsi jus kale setiap hari selam 12 minggu mampu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) hampir 30% dan menurunkan kolesterol jahat (LDL) sebesar 10%.
- Menjaga kesehatan mata, kandungan antioksidan zeaxanthin dan lutein pada tanaman kale yang mampu melindungi retina dan lensa mata. Sehingga dengan mengkonsumsi daun kale akan menghindari mata dari penyakit mata yang umumnya terjadi seperti degenerasi makula dan katarak.
- Mendukung kerja sistem pembekuan darah, kandungan vitamin K dalam tanaman kale memiliki peran sebagai pembekuan darah karena jika proses ini terganggu maka tubuh akan mengalami pendarahan berlebih.
- Mencegah diabetes, karena daun kale mengandung mangan dan magnesium sehingga mampu mengurangi risiko resistensi insulin.
R.d

Leave a Reply