The 16th International Summer Course “Tropical Agricultural Enviroment toward Regional Sustainability “ di tahun 2024 di hadiri oleh peserta dan panitia berjumlah 59 orang. Kegiatan ini merupakan kerjasama IPB University bersama beberapa universitas seperti Ibaraki University dan University of the Ryukus. Peserta merupakan mahasiswa Pascasarjana dengan latar belaka disiplin ilmu yang berbeda-beda.
Kegiatan di kebun Agatho Organic Farm dibuka dengan pemaparan Organic Farm System yang diaplikasikan di kebun kami. Diskusi dilakukan dengan beberapa pertanyaan seperti bagaimana menangani tanaman yang terserang penyakit yang di sebabkan oleh fungi (jamur), apakah penanaman yang sama dilakukan di bed yang sama.
Dalam pertanian organik kunci dalam memutus rantai siklus hama dilakukan dengan melakukan rotasi tanam, hal ini bermanfaat juga dalam menjaga kesuburan tanah di area organik. Sedangkan dalam penanganan penyakit, selama tidak ada inang/mother plant, maka penyakit tidak akan menyebar, karena kita melakukan rotasi tanam dengan menggantinya dengan tanaman yang berbeda family. Tidak boleh tanaman yang teridentifikasi terkena jamur lalu di bawa kesana-kesini karena di khawatirkan sporanya akan menyebar. Selain itu kita dapat melakukan kegiatan dengan mengistirahatkan lahan (bera) selama 3 – 6 Bulan.
Setelah kegiatan diskusi, peserta dibagi menjadi 5 kelompok yang dipandu oleh para pemandu yang berpengalaman. Untuk melihat secara langsung bagaimana proses pertanian organik secara langsung dengan melihat lokasi pengomposan, pembibitan, budidaya yang dilakukan di Yayasan Bina Sarana Bakti. (ap)

Leave a Reply