Wawancara Peneliti BRIN bersama Yayasan Bina Sarana Bakti

by

in

Peneliti dari BRIN yang diwakili oleh Prof. Ris. Dr. Subarudi, M.Wood.Sc dan Handoyo, S.Hut, M.Si melakukan wawancara mendalam dengan Yayasan Bina Sarana Bakti yang di wakili oleh ketua Yayasan dan Kepala Divisi AODEV. “Praktek Ekonomi Hijau Sektor Pertanian di Tingkat Petani : Kasus di Kabupaten Bogor” menjadi topik bahasan, peneliti mengkaji mulai dari aspek luasan lahan, jumlah SDM dan juga produk yang di hasilkan serta potensi yang dapat di hasilkan dalam budidaya  organik. Kami memberikan gambaran saat kondisi di musim kemarau, potensi panen bisa mencapai 1 ton untuk produk hortikultura dengan berbagai macam crop yang di kembangkan di Pusat Pengembangan Organis.

Pemasaran produk organik ini bertujuan untuk menyehatkan masyarakat, yang mulai beralih ke gaya hidup sehat semenjak pandemi. Produk berlimpah dengan berbagai macam crop yang di tanam. Sertifikasi organik yang mengacu kepada SNI no 1: 6729 tahun 2016 sebagai pedoman berbudidaya. Petani melakukan sertifikasi lahan nya untuk menjadi organik dengan pendampingan dari Lembaga Sertifikasi Organik yang melakukan pengecekan tiap setahun sekali.  Untuk memastikan Chain of Custody produk organik dapat ditelurusi. Para peneliti memberikan gambaran mengenai produk organik berpeluang luas, pemasarannya akan bisa diserap seperti komunitas yang sakit kanker karena memerluka perlakuan khusus dalam mengkonsumsi makanan sehat.  (ap)

Bagikan

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *