Undangan International Workshop di Tokyo University of Agriculture

by

in

Dalam agendanya yang padat pada awal September 2025, Prof. Dr. Rie Miyaura menyempatkan  datang kembali ke kebun Agatho (Yayasan Bina Sarana Bakti). Kedatangan kali ini didampingi oleh Dr. Riskina Juwita dan juga Dr. Hsin-I Chiang (Sam). Dalam rangka kegiatan International Workshop “Toward a New Food System : Agroekological Solidarity in Monsoon Asia” di Tokyo University of Agriculture yang akan dilaksanakan 28-31 Oktober 2025, Prof. Miyaura bermaksud mengundang Bina Sarana Bakti (BSB) yang sudah berpengalaman sejak 1984 untuk membagikan pengalaman dalam menjalankan pertanian organik yang berdampak kepada masyarakat. 

Kegiatan ini akan mengundang beberapa negara di area Monsoon Asia, dengan perwakilan 2 orang untuk masing-masing Negara. Prof. Miyaura sebagai penanggung jawab untuk Negara Indonesia, mengundangan BSB sebagai salah satu perwakilan yang akan mempresentasikan terkait kendala dan penanganan serta pengalaman selama 40 tahun lebih. Rombongan pun sempat berkeliling kebun organik kami. Bahkan Prof. Sam, menceritakan bahwa kampus National Chung Hsing University di Taiwan memiliki wewenang untuk memberikan sertifikat organik terkait produk livestock seperti telur organik dan lain-lain. 

Ketika kami bercerita terkait kesulitan dalam memproduksi biji khususnya bayam Jepang (Horenzo), Prof. Miyaura memberikan saran agar menambahkan lampu untuk penyinaran sekitar 2-3 jam di malam hari. Karena di Jepang, sebagai negara asal benih tersebut memiliki Matahari yang lebih panjang. Tentunya kami sebagai praktisi organik merasa terbantu oleh para guru besar, yang membagikan ilmunya secara langsung di lapangan. Terkadang memang ilmu itu tidak ada habisnya jika kita terus belajar.

Bina Sarana Bakti dengan senang hati akan menghadiri undangan International Workshop tersebut untuk berbagi dan belajar dengan pelaku organik di Jepang, sehingga ada informasi perkembangan teknologi terkait pertanian yang berwawasan agroekologi dan berdampak kepada komunitas maupun masyarakat sekitar. (ap)

Bagikan

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *