Dalam rangka memperdalam pemahaman wawasan mahasiswa semester 5 didampingi oleh Dr. Fitrianingrum Kurniawati, S.P., M.Si dalam mata kuliah Hama dan Penyakit tanaman Setahun, Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB University melakukan kunjungan lapang di Kebun Agatho. Untuk melakukan pengamatan/observasi melihat tanaman yang terserang penyakit.
Sebelum melakukan observasi lapangan, mahasiswa diberikan pembekalan mengenai kegiatan apa saja yang dilakukan di Yayasan Bina Sarana Bakti, Pemaparan awal dilakukan untuk memperkenalkan pertanian organik yang sudah berlangsung lebih dari 40 tahun yang merupakan perintis di Indonesia. Mahasiswa pun diberikan kesempatan untuk bertanya secara langsung mengenai pemaparan dari Sekretaris Yayasan (Apri Larastio).
Penanganan hama terpadu yang dilakukan di kebun Agatho, dengan menggunakan konsep Natural Crop Protection (Perlindungan tanaman secara Alami). Konsep ini dilakukan dengan 3 cara, Holistic, Preventif dan Kuratif. Penganan secara holistik dengan melakukan perencanaan secara menyeluruh, seperti mempertimbangkan arah bedengan, bagaimana merancang kebun dengan memanfaatkan tanaman bunga yang bisa menjadi rumah predator. Dalam penanganan secara preventif, sesuai artinya yang berarti pencegahan, petani menanam dengan berbagai jenis tanaman pada satu bedengan yang bertujuan untuk meminimalkan segala kerusakan akibat serangan hama. Sedangkan untuk tanaman yang terkena penyakit kita harus melakukan penanganan dengan cara sanitasi alias membersihkan tanaman yan terkena penyakit supaya tidak menyebar kepada pokok yang lain, selain itu kita bisa melakukan rotasi tanaman yang bermanfaatkan untuk menyuburkan tanah, memutus siklus hama dan penyakit. Langkah terakhir adalah penanganan secara kuratif (pengobatan). Di internal kami menggunakan istilah biophyopatronum yang artinya bio=hidup , phyto =daun dan patronus = pelindung. Dengan bahasa lebih sederhananya adalah pengendali nabati, pengendalian yang memanfaatkan dedaunan seperti Kacang Babi, Kirinyuh, Kipahit, Daun Tembakau dll.
Setelah pemaparan, mahasiswa dibagi menjadi 6 kelompok yang didampingi oleh para praktisi berpengalaman untuk melakukan observasi secara langsung baik melakukan pengambilan sample, foto secara langsung pada tanaman yang diserang oleh penyakit tanaman. (ap)

Leave a Reply